Andai Dia Jadi Milikku

Namaku Fiko. Aku ingin berbagi kisah namun minta maaf kalo cerita dan bahasanya tidak bagus. terserah pembaca mau kasih comment apa terhadap aku maupun ceritaku. Kisah ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu ketika aku masih kuliah di sebuah PT swasta di kota dekat tempat tinggalku. Aku memang cukup pendiam dan terkesan dingin terhadap cewek. Mungkin karena didikan ortuku yang keras dan mungkin juga karena keadaan ekonomi dan fisikku yang hanya ‘pas-pasan’. Namun karena aku lelaki normal, tentu saja aku mempunyai keinginan yang besar untuk punya pacar, ML dll, seperti yang teman-temanku lakukan. Namun entah mengapa keinginan itu terus saja aku simpan sampai-sampai meski semenjak aku SMA beberapa cewek sempat menyatakan perasaannya padaku, bahkan ada yang langsung nembak aku (‘gak sombong lohhh’). Namun sekali lagi, aku merasa nggak pantas punya pacar, entah takut berbuat dosa ato takut mengganggu studyku, karena aku dari semenjak SD selalu mendapat Ranking 1. Ketika kuliah aku mulai membuka hatiku untuk memandang cewek di sekitarku, dan itu aku lakukan dengan mengikuti hampir semua UKm (Unit Kegiatan Mahasiswa) di kampusku. Sehingga aku mendapat banyak kenalan maupun teman cewek. Ada satuyang agak berkesan di hatiku waktu itu. Sebut saja namanya Maya. Dia anak Bangka yang berkulit sawo matang dan mengambil satu jurusan denganku namun beda satu tingkat di bawahku. Tingginya 160 cm dengan berat badab 50kg. Cukup ideal bagiku karena aku juga cm 162cm, 55kg. Mulanya aku biasa saja sama dia, namun akhirnya aku merasa dialah yang paling aku cintai sampai saat ini. Meski sekarang dia telah menikah dengan seorang anggota TNI, namun aku merasa perasaanku dengannya belum tergantikan. Aku mengetahui dia ada rasa sama aku karena dia sering maen ke Kopma yang waktu itu aku lagi aktif disana. Sampai pada suatu ketika aku diminta maen ke kontrakannya. sebagai informasi, dia tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan milik familinya. bapaknya bekerja di PELTIM sehingga dia mempunyai cukup biaya untuk mengontrak rumah sendiri semasa kuliah. Beberapa hari semenjak aku maen ke kontrakannya, dia makin sering menemuiku, dan akhirnya dia memberikan sepucuk surat kepadaku, yang intinya dia ingin berteman lebih dekat denganku karena di sini dia sendiri, jauh dari ortu dan butuh teman sebagai ‘kakak’nya. Aku mengiayakan saja karena aku emang ada rasa ama dia. Akhirnya aku jadi sering main ke kontrakannya, dan dari situlah cerita ini berlanjut.Singkat cerita aku dan dia jadian, sekitar bulan November. dan setelah dia menyatakan perasaannya, aku memegang tangannya, dan aku cium keningnya. Rasanya indah sekali waktu itu karena aku emang belum pernah mencium cewek sebelumnya. lama-lama kita sering jalan bareng ke pantai dan ke tempat-tempat lain yang romantis, dan semakin lama pula aku dan dia semakin berani cium bibir, french kiss, petting, saling raba dan bahkan saling kulum kemaluan kami. Awal kejadiannya waktu itu aku kemaleman dan ndak bisa pulang ke rumah karena kehabisan angkot, terus dia nawarin untuk nginep di kontrakannya. Aku menolak karena takut ketahuan orang kompleks atu tertangkap pak RT, namun dia berhasil meyakinkan aku dan membuat rencana agar aku bisa aman masuk ke rumahnya. Akhirnya sampailah aku di rumahnya dengan naik becak, dan aku menyelinap masuk. Jantungku begitu berdebar karena takut tadi ada yang melihatku, tapi lama kelamaan aku menjadi tenang karena emang aku lihat di komplek waktu itu sepi sekali. sekitar jam 11 dia pamit mau tidur, sementara aku masih asik menonton TV. sekitar jam 12 aku matikan TV dan menyiapkan kasur di depan TV. namun sekitar 10 menit aku dikejutkan dengan terbukanya pintu kamar dia.
“Belum tidur, mas?” tanya dia.
“Belum, entah kenapa aku sulit tidur. Mungkin aku saking khawatirnya kalo ketangkep….he he”, jawabku
‘Udah tenang aja, toh kita nggak ngapa-ngapain…’
‘Emangya kalo kita ngapa-ngapain bakal ketangkep?’
Dia tidak menjawab namun malah bertanya,’Mau dak aku temenin tidur?” Aku jawab saja, ‘Aku maunya ditidurin…”
‘Apa!!” ‘Maksudku di nina-boboin’…. ‘ya udah sini kuelus punggung mas biar cepet tidur…” beberapa saat kemudian dia bertanya:

‘ Dah ngantuk belum?’

‘Wah kalo gini aku jadi dak bisa tidur..’

‘Mas…”

‘Ya, kenapa?’

Aku sayang ma Mas. Mas gimana sih ma aku?’

Aku juga sayang ma kamu,  aku suruh gimana sih biar kamu percaya??

Kemudian aku mencium dia dengan lembut di kening, kemudian aku turunkan ciumanku ke pipi, hidung dan akhirnya bibir kami salin bertemu. Aku merasa luar biasa karena selama ini kami belum pernah ciuman sebegitu lamanya. Aku mulai menggerakkan tanganku ke dadanya, meski agak kecil tapi sunguh merupakan pengalaman luar biasa karena selama ini aku hanya bisa nonton di film-film  ‘semi’ dan baru kali ini aku merasakan lembutnya buah dada wanita, meski masih dari luar. aku masih terus melakukan french kiss sambil tanganku mulai menyusup ke bawah baju tidurnya. kulitnya dingin sekali, dan terasa nafasnya juga mulai memburu. Aku mulai menarik baju tidurnya dan terpampanglah dua buah bukit yang agak kecil, namun indah menurutku. aku mulai menurunkan ciumanku ke leher dan sampailah ke dua bukitnya yang masih tertutup BH. Tanganku juga mulai membimbing tanganya dan kuarahkan ke penisku yang sudah tegang dari tadi. Awalnya tangannya diam saja hanya memegangi penisku dari luar celana, namu seiring aku mulai membuka cup BH-nya dan mencium putingnya dia mulai menggenggam dan menarik-narik penisku.  Aku mulai membuka celanaku jeansku perlahan sambil masih terus mencium dan mengulum pentilnya yang masih ranum karena belum pernah terjamah. Setelah terlepas aku membimbing tanganya kususupkan ke balik CDku. Dia agak kaget karena mungkin baru kali ini dia memegang penis lelaki. Aku juga merasakan sensasi luar biasa ketika tangannya menyentuh penisku danmulai mengocok-ngocoknya. Aku juga makin berani menurunkan ciumanku sampai ke pusar, dan dia semakin kelonjotan menahan geli dan nikamt yang mulai menjalari tubuhnya. Perlahan-lahan pula, kupelorotkan celana tidurnya dan kini dia tinggal memakai CD. Aku juga mulai menciun vaginanya dari luar CD yang semakin lama kelihatan semakin basah kuyup. Dia diam saja ketika perlahan aku pelorotkan celananya sambil aku terus mencium vaginanya yang mulai kulihat jelas. Rambutnya sedikit namun justru semakin jelas dpat kulihat bentuk dan warna vaginanya yang merah jambu yang begitu indah dan selama ini hanya ada dalam  khayalanku. perlahan kucium vaginanya yang berbau khas kewanitaan, aku semakin bernafsu ketika dia mulai mengerang ketika kukulum clitorisnya, kusedot dan kumainkan dengan lidahku. Rasanya tak dapat kubayangkan sampai akhirnya dia semakin erat menjepit kepalaku dengan pahanya sambil mengerang-erang kenikmatan.

‘Ayo Mas teruuusssss…Acccch….ahhhh…ahhhh’

Dan akhirnya kurasakan vaginanya semakin banjir dan keluar cairan putih yang kental, walau tak begitu banyak seperti punyaku ketika aku onani, namun aku bisa merasakan asin dan gurihya cairan itu.

‘Udah mas, aku dak kuat…ntar kita kebablsan lagi…..’

‘Terus aku gmn?’ Masak aku belum apa-apa kita mau berhenti? curang ahhh!

tanpa menunggu persetujuannya aku kembali melancarkan seranganku ke bibirnya, dia juga langsung menggenggam penisku dan mengocoknya perlahan. Kemudian dia mendorongku dan menyuruhku berbaring. kemudian perlahan dia menaiki tubuhku. Wow, begitu indahnya sepasang bukit kembarnya mengelantung dan menyenggol kakiku, pahaku, penisku, perutku dan dadaku. Dia mulai menciumbibirku kembali, dan sebentar dia mulai turun ke leher dada, kemudian dia juga memainkan putingku. Cukup lama disitu kemudian ciumannya mulai turun ke pusarku. Geliiiii rasanya namun saking nikmatnya aku hanya bisa memegang rambutnya dan sesekali meremas susunya yang menempel di tubuhku. Aku juga terkejut ketika ciumannya berlanjut ke ujung penisku yang sudah berlendir dari tadi itu. Sambil menjilat ujung penisku yang keluar dari balik CDku, dia mulai sesekali mengulum helmku. Aku serasa terbang melayang-layang karena belum pernah penisku diperlakukan seperti itu sebelumnya. Tangannya juga mulai mengocok penisku, sambil  penisku dukulumnya keluar masuk mulutnya yang kecil. Aku menarik CDku yang kemudian diteruskannya, dan dilepaskannya. Sentuhan bibirnya di penisku semakin memberikan kenikmatan yang semakin lama semakin memuncak, akhirnya sekitar lima belas menit aku mulai merasakan penisku ingin memuntahkan sesuatu. Aku menahan kepalanya untuk berhenti tapi dia justru mengulum dan menyedot penisku semakin liar. Dan akhirnya…crooot….croot …croot, laharku menyembur beberapa kali sampai aku lemas.

Malam itu kami tidur berpelukan dengan telanjang. Ketika sedang enak-enaknya tidur,  aku merasakan ada sesuatu yang bergerak memainkan penisku, dan aku juga dak tau ketika aku membuka matau ternya si Maya sedang mengulum penisku yang juga telah berdiri, sambil mengocok-ngocoknya.

‘Maaf ya Mas, aku dak bisa tidur. Kamu dak keberatan kan?’

Aku diam saja sambil tersenyum melihat tingkah laku dia yang ternyata di luar dugaanku. Aku pun mulai mengimbanginya dengan meremas buah dadanya yang kecil tapi ranum itu. Sesekali kupelintir putingnya dan dia mendesah sambil terus mengulum penisku. Aku semakin dak tahan bersikap pasif, akhirnya aku minta dia tidur tentang semsntara aku mulai mencium buah dadanya kan dan kiri bergantian. Aku juga mengulum pentilnya yang merah kecoklatan itu sehingga dia pun mulai mendesah dan kakinya menjepit pinnggangku. Perlahan aku turun ke pusar, kujilat, namun tangannya justru mendorongku untuk semakin turun ke daerah kewanitaanya. Aku mulai mencium dan memenjilat klitorisnya  yang membuat dia bergerak ke kanan dan ke kiri tak karuan. Akhirnya tidak lama pun tubuhnya mengejang, kakinya semakin erat menjepit tubuhku dan vaginanya mengeluarkan cairan putih. Kau tahu dia sudah orgasme. Aku tidak berhenti disitu, namun aku mulai mengarahkan penisku ke vaginanya yang masih becek itu, dan perlahan aku dorong masuk. Namun ketika baru ujung helmku saja yang masuk, dia sudah mendorong badanku.

‘Jangan Mas. Aku dak mau kalo sejauh ini. Aku ingin hal itu kita lakukan setelah kita menikah….’

Aku pun menurutinya, karena aku sendiri juga takut. Akhirnya penisku hanya kugesek-gesekkan di bagian depan vaginanya saja. Sampai sekitar 30 menit namun belum ada tanda-tanda aku akan sampai puncak. Akhirnya dia sensdiri yang berinisiatif mengulum penisku. rasa hangat dan uenak disekujur penisku ketika untuk kali yang kedua penisku dikulumnya. Semakin lama semakin cepat bibirnya yang tipis itu mengocok penisku, dan akupun mulai merasakan laharku ingin muntah kembali. DAN akhirnya bobol juga pertahananku setelah 20 menit penisku dikulumnya.

Tak terasa sudah hampir subuh ketika aku muntahkan laharku yang kedua itu. Maya kemudian berjalan menuju kamar mandi yang kemudian aku susul. Setelah pipis dia kemudian membersihkan vaginanya.  Dan kau melihat di depan pintu. Kemudian dia menawarkan untuk mencucikan punyaku juga. aku tidak sis-siakan kesempatan ini. karena sewaktu dia pipis tadi aku justru mulai terangsang lagi. Dia tertawa ketika penisku mulai berdiri lagi sewaktu dia mengguyur penisku. Lalu dia menyabuni punyaku dan vaginanya. Alhasil penisku mengacung lagi dengan sempurna. aku juga mulai menggosok-gosok vaginanya yang masih ada sabunnya, lalu dia justru berubah mulai mengocok-ngocok penisku. aku pun tak kalah mulai mencari klitorisnya yang agak terjepit karena posisi kami sama-sama berdiri. Setelah itu aku mengguyur vaginanya dan penisku. Setelah itu dia berjongkok dan mulau mengulum penisku. Rasa nikmat kembali menjalar dalam diriku. Sebelum terlambat akhirnya aku menari badannya dan kubopong dia dan kudukkan di atas bibir kolam yang kebetulan tingginya sama deengan letak penisku. Aku juga kembali menciumi vaginanya yang harum. Semakin lama semakin becek dan aku pindahkan ciuman ku ke buah dadanya. dia semakian mendesah-desah dan menarik pinggangku ke depan sehingga penisku tertem[el ke vaginanya. agaknya dia terangsang hebat kali ini. Sambil terus mengulum putingnya, aku mulai mengarahkan penisku ke mulut vaginanya yang amat becek dan licin. Perlaha-lahan ciumanku berpindah ke bibir dan perlahan pula penisku memasuki liang sengggamanya.  Hangatnya vaginanya membuat penisku mendapat kenikmatan yang luar biasa kontras dengan tubuhku yang dingin terkena guyuran air. Aku terus mendrong masuk sampai aku merasakan sesuatu yang tispis menahan jalan masuk penisku. Aku tarik kembali kemudian perlahan aku dorong masuk kembali. Begitu terus dan semakin lama semakin dalam sampai akhirnya aku tancapkan seluruh batangku ke dalam vaginanya dan menembus selaput daranya. Aku diamkan sebentar karena dia agak mendesah kesakitan bercampur nikmat. Setelah agak tenag kembali aku genjot penisku keluar masuk. Dia pun kelonjotan tak dan mendesah tak karuan menikmati sensasi yang baru kita rasakan pertama kalinya.

Massss…ohhhh…maasss..ohhh…

Suara itu yang aku dengar sampai kira-kirasetengah jam aku merasa ada cairan hangat menbanjiri penisku, akupun semakin menuju puncak dan tak lama kemudian aku merasa air maniku mau keluar. Cepat-cepat aku tarik dan …..crot…crot….crooot. Kutumpahkan spermaku di perutnya. Kupeluk dia dan kuucapkan terima kasih karena telah menyerahkan hal yang paling berharga kepadaku.

Dengan agak terisak dia pun memelukku sambil berkata “Sama-sama Mas. Aku sayang ma Mas, jangan tinggalin aku ya….

Tidak ada cerita serupa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: