Masa Lalu Yang Kemabli

December 8, 2010

Setelah kuliah aku langsung pulang ke rumah karena ngantuk berat.. Tadi malem aku begadang di rumah temen nonton final liga Champion. Aku membuka pintu samping rumahku dan terhenyak melihat wajah seseorang yang sedang duduk bersama ibuku di ruang tengah. “Dani, masih inget kan sama mbak Elly..?” Aku sempat bengong selama beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk. “Ayo duduk sini..” Aku menyalami mbak Elly dan dengan perasaan campur aduk duduk di sebelah ibu. Kata kata ibu selanjutnya membuat kepalaku serasa berputar, ” mulai hari ini mbak Elly kerja disini lagi sama kita Dan.. Mudah mudahan betah ya El..?” Mbak Elly mengangguk sambil tersenyum padaku. Ia tampak lebih.. lebih menarik dari apa yang selama ini ku bayangkan.. Aku berdiri dan permisi untuk masuk kamar, dengan sudut mata, aku sempat melirik mbak Elly.. Kulitnya terlihat bersih.. dan dadanya.. pikiran mesumku berhenti ketika kakiku tersandung kaki kursi..Aku langsung masuk kamar, meninggalkan ibu dan mbak Elly mengobrol di ruang tengah..

Ya, dulu mbak Elly pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga kami. Ia bekerja sekitar 2 tahunan lalu berhenti bekerja karena menikah. Aku masih kelas VI SD waktu mbak Elly pamit sama orang tuaku untuk menikah.. Terbayang jelas apa yang saat itu kurasakan, selama beberapa minggu aku mengalami kesulitan tidur. Ayahku menggerutu sama ibu, itulah akibatnya kalau anak kita satu satunya terlalu deket sama pembantu, sampai tidur aja dikelonin si Elly.. Ya, aku memang tidur sekamar dengan mbak Elly karena ayahku seringkali menonton TV sampai larut malam sambil merokok di kamar tidurnya. Sehingga ibu merasa lebih baik kalau aku tidur terpisah.

Sebetulnya ada yang tidak mereka ketahui tentang mbak Elly.. dan aku.. Awalnya semua berjalan biasa biasa aja, aku memang sangat deket sama mbak Elly yang cukup sabar dan telaten mengurus rumah.. Kesibukan ayah sebagai kontraktor seringkali mengharuskan beliau keluar kota, dan ayah sering kali meminta ibu¬† mendampinginya. Awalnya aku sering diajak tapi karena takut keseringan bolos sekolah, orang tuaku lebih memilih menitipkanku ke mbak Elly.. Mbak Elly sangat memperhatikanku seperti anaknya sendiri, membuatku merasa nyaman walau sering ditinggal orang tuaku ke luar kota. Entah bagaimana awalnya aku tak ingat pasti, aku mulai merasakan ada sesuatu diantara aku dan mbak Elly. Usiaku yang memasuki usia puber 12 tahun, dan mbak Elly waktu itu berusia sekitar 18 tahun saat dimana seseorang mengalami kematangan seksual. Aku mulai merasakan desiran perasaan lain selain perasaan nyaman setiap kali berdekatan dengan mbak Elly. Harus kujelaskan disini bahwa mbak Elly selain dianugrahi wajah manis yang selalu ceria, juga memiliki tubuh proporsional yang cukup aduhai. Seringkali tanpa sengaja aku bersentuhan dengan dadanya yang montok yang terasa kenyal dan padat. Bahkan setelah beberapa lama, aku seringkali mengalami ereksi saat berdekatan dengannya. Suatu saat, mbak Elly menyuruhku duduk di teras belakang rumah. Ia duduk persis di belakangku, tangannya menelisik rambutku.. mencari kutu di kepalaku karena aku sering garuk2 kepala. Entah tanpa sadar atau disengaja, kedua payudaranya yang montok menempel di punggungku.. Aku merasakan desiran gairah itu perlahan membuat kemaluanku semakin menegang. Setiap kali ia bergerak, payudaranya yang menempel dipunggungku ikut bergerak gerak.. sensasi yang luar biasa¬† membuatku tak hanya merinding tapi juga membuat kemaluanku semakin mengeras berdenyut denyut.. Setelah beberapa lama, mbak Elly meyuruhku mandi.. Aku berdiri lalu menyadari mbak Elly sedang menatap selangkanganku dengan melotot.. Aku menunduk dan terkejut, ternyata ereksiku tampak jelas menonjol dari celana pendekku.. “Lho koq ada yang bangun..?” Belum habis rasa kaget ku ketika tiba tiba tangan mbak Elly meremas selangkanganku. Sebetulnya hanya beberapa detik saja ia meremas2 kemaluanku sambil bercanda, tapi efeknya sungguh luar biasa.. Aku seperti tersengat rasa nikmat ketika untuk sesaat tangan mbak Elly menelungkupi seluruh kemaluanku, jari2nya menyentuh kantung zakarku dan bergerak ke atas sepanjang batang kemaluanku yang teracung tegang.. Wajahku terasa panas karena malu, aku langsung berlari ke kamar mandi.
Read the rest of this entry »


Andai Dia Jadi Milikku

December 8, 2010

Namaku Fiko. Aku ingin berbagi kisah namun minta maaf kalo cerita dan bahasanya tidak bagus. terserah pembaca mau kasih comment apa terhadap aku maupun ceritaku. Kisah ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu ketika aku masih kuliah di sebuah PT swasta di kota dekat tempat tinggalku. Aku memang cukup pendiam dan terkesan dingin terhadap cewek. Mungkin karena didikan ortuku yang keras dan mungkin juga karena keadaan ekonomi dan fisikku yang hanya ‘pas-pasan’. Namun karena aku lelaki normal, tentu saja aku mempunyai keinginan yang besar untuk punya pacar, ML dll, seperti yang teman-temanku lakukan. Namun entah mengapa keinginan itu terus saja aku simpan sampai-sampai meski semenjak aku SMA beberapa cewek sempat menyatakan perasaannya padaku, bahkan ada yang langsung nembak aku (‘gak sombong lohhh’). Namun sekali lagi, aku merasa nggak pantas punya pacar, entah takut berbuat dosa ato takut mengganggu studyku, karena aku dari semenjak SD selalu mendapat Ranking 1. Ketika kuliah aku mulai membuka hatiku untuk memandang cewek di sekitarku, dan itu aku lakukan dengan mengikuti hampir semua UKm (Unit Kegiatan Mahasiswa) di kampusku. Sehingga aku mendapat banyak kenalan maupun teman cewek. Ada satuyang agak berkesan di hatiku waktu itu. Sebut saja namanya Maya. Dia anak Bangka yang berkulit sawo matang dan mengambil satu jurusan denganku namun beda satu tingkat di bawahku. Tingginya 160 cm dengan berat badab 50kg. Cukup ideal bagiku karena aku juga cm 162cm, 55kg. Mulanya aku biasa saja sama dia, namun akhirnya aku merasa dialah yang paling aku cintai sampai saat ini. Meski sekarang dia telah menikah dengan seorang anggota TNI, namun aku merasa perasaanku dengannya belum tergantikan. Aku mengetahui dia ada rasa sama aku karena dia sering maen ke Kopma yang waktu itu aku lagi aktif disana. Sampai pada suatu ketika aku diminta maen ke kontrakannya. sebagai informasi, dia tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan milik familinya. bapaknya bekerja di PELTIM sehingga dia mempunyai cukup biaya untuk mengontrak rumah sendiri semasa kuliah. Beberapa hari semenjak aku maen ke kontrakannya, dia makin sering menemuiku, dan akhirnya dia memberikan sepucuk surat kepadaku, yang intinya dia ingin berteman lebih dekat denganku karena di sini dia sendiri, jauh dari ortu dan butuh teman sebagai ‘kakak’nya. Aku mengiayakan saja karena aku emang ada rasa ama dia. Akhirnya aku jadi sering main ke kontrakannya, dan dari situlah cerita ini berlanjut.Singkat cerita aku dan dia jadian, sekitar bulan November. dan setelah dia menyatakan perasaannya, aku memegang tangannya, dan aku cium keningnya. Rasanya indah sekali waktu itu karena aku emang belum pernah mencium cewek sebelumnya. lama-lama kita sering jalan bareng ke pantai dan ke tempat-tempat lain yang romantis, dan semakin lama pula aku dan dia semakin berani cium bibir, french kiss, petting, saling raba dan bahkan saling kulum kemaluan kami. Awal kejadiannya waktu itu aku kemaleman dan ndak bisa pulang ke rumah karena kehabisan angkot, terus dia nawarin untuk nginep di kontrakannya. Aku menolak karena takut ketahuan orang kompleks atu tertangkap pak RT, namun dia berhasil meyakinkan aku dan membuat rencana agar aku bisa aman masuk ke rumahnya. Akhirnya sampailah aku di rumahnya dengan naik becak, dan aku menyelinap masuk. Jantungku begitu berdebar karena takut tadi ada yang melihatku, tapi lama kelamaan aku menjadi tenang karena emang aku lihat di komplek waktu itu sepi sekali. sekitar jam 11 dia pamit mau tidur, sementara aku masih asik menonton TV. sekitar jam 12 aku matikan TV dan menyiapkan kasur di depan TV. namun sekitar 10 menit aku dikejutkan dengan terbukanya pintu kamar dia.
“Belum tidur, mas?” tanya dia.
“Belum, entah kenapa aku sulit tidur. Mungkin aku saking khawatirnya kalo ketangkep….he he”, jawabku
‘Udah tenang aja, toh kita nggak ngapa-ngapain…’
‘Emangya kalo kita ngapa-ngapain bakal ketangkep?’
Dia tidak menjawab namun malah bertanya,’Mau dak aku temenin tidur?” Aku jawab saja, ‘Aku maunya ditidurin…”
‘Apa!!” ‘Maksudku di nina-boboin’…. ‘ya udah sini kuelus punggung mas biar cepet tidur…” beberapa saat kemudian dia bertanya: Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.